This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, 13 March 2012

Perkenalan Rekayasa Jalan Rel

Rekayasa Jalan Rel
Kamis, 08 September 2011
Oleh : Noer Fadhly, ST., MT

Sistem Penilaian:
Kehadiran 10%
Tugas 10%
Quis 15%
UTS 30%
UAS 35%

Bantalan rel adalah landasan tempat rel bertumpu dan diikat dengan penambat rel oleh karena itu harus cukup kuat untuk menahan beban kereta api yang berjalan diatas rel. Bantalan dipasang melintang rel pada jarak antara bantalan dengan bantalan sepanjang 0,6 meter. (wikipedia.org)

Bantalan rel berfungsi untuk mendukung rel, meneruskan beban dari rel ke balas dengan bidang sebaran beban lebih luas, mengikat/memegang rel, memberikan stabilitas kedudukan sepur di dalam balas, dan menghindarkan kontak langsung antara rel dengan air tanah. (Jalan Rel, Ir. Suryo Hapsoro Tri Utomo, Ph. D., UGM)

Lintasan kereta api merupakan jalur yang dilalui oleh kereta api.

Persinyalan kereta api adalah seperangkat fasilitas yang berfungsi untuk memberikan isyarat berupa bentuk, warna atau cahaya yang ditempatkan pada suatu tempat tertentu dan memberikan isyarat dengan arti tertentu untuk mengatur dan mengontrol pengoperasian kereta api. (wikipedia.org)

Secara umum, geometrik pada jalan rel sama saja seperti pada perkerasan jalan aspal. Yaitu meliputi bentuk dan ukuran jalan, baik arah memanjang maupun arah melebar. Misalnya lebar spur, kelandaian, dan lain sebagainya. Intinya, jalan yang direncanakan harus aman, nyaman, efisien, dan ekonomis. (Jalan Rel, Ir. Suryo Hapsoro Tri Utomo, Ph. D., UGM) Kereta Rel Listrik, disingkat KRL, merupakan kereta rel yang bergerak dengan sistem propulsi motor listrik. Di Indonesia, kereta rel listrik terutama ditemukan di kawasan Jabotabek, dan merupakan kereta yang melayani para komuter (lihat KRL Jabotabek). Kereta rel listrik berbeda dengan lokomotif listrik. (http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_rel_listrik)

Kelebihan kereta api:
Lebih cepat, karena tidak ada hambatan
lintasan datar, sehingga kecepatan konstan
muatan besar

Kekeurangan kereta api:
Perlu intermoda (kendaraan menuju stasiun kereta api)
Investasi besar

Model Bangkitan Pergerakan

Pertemuan 5 – Analisa Sistem Trasnportasi
Rabu, 05 Oktober 2011
Dosen : Dr. Renni Aggraini, ST, M.Eng


Referensi : Ofyar Z Tamin, Perencanaan dan Pemodelan Transportasi


Bab 4 Model Bangkitan Pergerakan

Tujuan >> menghasilkan model hubungan yang mengaitkan parameter tata guna lahan dengan jumlah pergerakan yang menuju ke suatu zona atau jumlah pergerakan yang meninggalkan suatu zona.
Zona asal dan tujuan pergerakan disebut trip end.

Tabel 4.1 (Black, 1978) Informasi tentang model bangkitan pergerak.



Dalam tabel tersebut memuat nomor zona, data tata guna lahan, data hasil survey, dan data hasil pemodelan.

Untuk lebih jelas silakan lihat di buku referensi.


Misalkan saja:

tata guna lahan >> luas daerah, jumlah penduduk, pendapatn penduduk.

hasil survey >> bangkitan, dan tarikan

Lalu dirumuskan dengan menggunakan analisa regresi.


4.1.3 Faktor yang mempengaruhi

Bangkitan pergerakan untuk manusia >> pendapatan, kepemilikan kendaraan, struktur rumah tangga, ukuran rumah tangga, nilai lahan, kepadatan daerah pemukiman, aksesibilitas

Tarikan pergerakan untuk manusia >> luas lantai, lapangan kerja dan aksesibilitas

Bangkitan dan tarikan pergerakan untuk barang >> jumlah lapangan kerja, jumlah tempat pemasaran, luas atap industri, dan total seluruh daerah.

4.1.4 Model faktor pertumbuhan

Ti = Fi.ti


Ti : pergerakan di masa mendatang
Fi : Faktor pertumbuhan

ti : pergerakan dimasa sekarang

Faktor pertumbuhan >> jumlah data pada tahun ke X dibagi jumlah data sekarang.


Pop future = pop present x (1 + i)^n

n : jumlah tahun


Ada rumus lebih lengkap dapat dibaca dan dilihat pada buku referensi halaman 116.
Sebenarnya panjang penjelasan Bu Renni, dan mengacu kepada contoh-contoh yang ada di Aceh. 

Monday, 12 March 2012

Klasifikasi Agregat Menurut AASHTO

Pertemuan 5 – Rekayasa Bahan dan Tebal Perkerasan
Kamis, 06 Oktober 2011
Dosen : Ir Bukhari RA, M.Eng

Klasifikasi Agregat

Klasifikasi agregat adalah mengelompokkan agregat berdasarkan sifat-sifat teknik dan karakteristiknya. Sifat dan karakteristik agregat itu bermacam-macam, baik menurut susunan butiran tertentu dan ukurannya. Ada yang suka air (hidrophilic), agregat jenis ini mudah mengembang jika kena air, dan menyebabkan stabilitasnya terganggu. Ada juga yang hidrophobic (benci air).

Secara umum, karakteristik agregat dapat di lakukan sebagai berikut:

Secara langsung di lapangan oleh teknisi.
Karakteristik ini dapat langsung di kenali oleh pemilih agregat. Contohnya tanah lempung. Tanah ini terlalu banyak butiran halaus. Bagus ketika dipadatkan. Tetapi ketika menerima tekanan, butiran-butirannya akan mudah meluruh, sehingga menjadi tidak stabil.

Karakteristik struktur di laboratorium.
Di laboratorium terdapat alat-alat untuk menguji karakteristik agregat.
Contohnya:
uji CBR (menguji besarnya daya dukung tanah tersebut, atau mengetahui besar beban yang dapat diterima tanah tersebut).
Compaction (uji pemadatan, untuk mengetahui gamma yang dicapai/ kepadatan maksimum tanah tersebut)

Penentuan dari kepadatan dan kekasaran butir di lapangan.

Cara mengklasifikasi agregat yang paling dikenal saat ini adalah AASHTO dan USCS.

AASHTO (The American Association of State Highway and Transportation Official)
Berdasarkan klasifikasi AASHTO, agregat dibagi 2:
Agregat berbutir kasar
Agregat berbutir halus

Agregat berbutir kasar terdiri dari: A-1, A-2, dan A-3
Agregat berbutir halus terdiri dari: A-4, A-5, A-6, dan A-7

A-1 >> kondisi dari agregat berbutir kasar sampai halus, dengan pengikat non plastis atau tanpa bahan pengikat.
A-2 >> agregat kasar tapi bats kerikil dengan pasir
A-3 >> pasir halus, termasuk debu. Dapat bercampur dengan pasir dengan lempung atau lanau. Masih non plastis.
A-4 >> lempung yang non plastis atau sedikit plastis.
A-5 >> Sama seperti A-4, tetapi elastis.
A-6 >> lempung plastis
A-7 >> kata bapak tanah humus karena bervolume besar, tetapi di buku katanya tanah humus tidak termasuk. (akan dicari referensi selanjutnya)

Kesimpulannya:
Dari A-1 sampai A-7, makin ke bawah makin halus ukuran butirannya dan makin ke bawah makin plastis.

non plastis >> tidak bisa mempertahankan bentuk. Bagian ini masih agak bingung saya. Mau bertanya, tetapi penjelasan beliau sudah sangat banyak tentang ini. Akan saya cari referensi lain.

Terus kami bahas tabel 1.2 yang ada pada modul Rekayasa Bahan dan Tebal Perkerasan Jalan Raya karangan Ir. Bukhari RA, M.Eng, dkk. Tabel Klasifikasi Agregat Berdasarkan AASHTO.

data yang diperlukan untuk mengklasifikasi agregat berdasarkan AASHTO adalah
Analisa Saringan
Sifat fraksi yang lewat saringan #40
LL
PI

#40 >> saringan pada batas plastisitas, lolos saringan 40 artinya material tersebut mempunyai plastisitas.
#10 >> saringan yang memisahkan agregat kasar dengan agregat halus (Menurut Bina Marga)
tertahan #10 >> agregat kasar
lolos #10 >> agregat halus (tetapi tertahan #200)
#200 >> lolos saringan 200 adalah filler (bahan pengisi).

LL (Liquid Limit) >> kadar air batas dimana tahan bersifat plastis menjadi cair.
Cair >> material tidak bisa mempertahankan bentuk.
Plastis >> material bisa mempertahankan bentuk.
Elastis >> bisa dibentuk sesuai keinginan.

Sumber :  Rekayasa Bahan dan Tebal Perkerasan - Ir. Bukhari RA, M. Eng  dkk

Ditulis oleh:
Juliana Fisaini
Mahasiswa Teknik Sipil Unsyiah

Kereta Apui, Nasibmu Kini

Pertemuan 5 – Rekayasa Jalan Rel
Kamis, 06 Oktober 2011
Dosen : Dr. Ir. M. Isya, M.T.

Awalnya kelas ini di koordinasi oleh Pak NurFadhly. Di KRS Online, kita semua milih nama beliau. Karena mahasiswa yang masuk bidang transportasi tahun ini overload, jadilah dibagi 3 kelas. Aku kena kelas A, dengan dosen pengajar, Pak Isya dan Pak Syarifuddin. Dua minggu pertama, aku masuk ruang Pak Nurfadhly, kemudian minggu ke 3 dan 4 masuk Pak Syarifuddin, dan akhirnya pada minggu ke 5, masuk Pak Isya. Aku duduk paling depan. Biar asik.

Lanjut ke kuliah aku aja yaa...
Hari ini, Pak Isya belum tau apa saja yang sudah diberikan oleh Pak Syarifuddin di kelas ini. Jadi kami ngobrol tentang Kereta Api Aceh.

Cerita kereta api aceh bukan dongeng lho. Benar-benar ada. Sejarah kereta api aceh itu sangat banyak artikelnya di internet. Aku pernah browsing beberapa kali. Kereta api aceh itu bahan bakarnya kayu. Jadi setiap beroperasi ada beberapa gerbong yang dikhususkan untuk membawa kayu bakar.

Di Indonesia, semakin hari, moda kereta api semakin hari semakin menghilang. Akhir-akhir ini, di beberapa kota di Pulau Jawa, moda kereta api pernah juga berhenti beroperasi. Padahal di negara-negara maju, industri kereta api semakin berkembang. Bahkan menjadi transportasi perkotaan. Karena kereta api merupakan moda transportasi massal, yang dapat mengangkut orang maupun barang dalam jumlah yang banyak. Kembali ke kereta api aceh. Apa yang menyebabkan kereta api aceh hanya tinggal sejarah?

Kereta api aceh sekarang hanya tinggal kenangan. Ada beberapa hal yang menyebabkan kereta api aceh harus berhenti beroperasi, antara lain:

Kereta api aceh tidak sanggup bersaing dengan moda transportasi lainnya.
Kereta api aceh pada tahun 1975an itu beroperasi di lintas timur aceh. Hadirnya moda transportasi lain seperti bus yang mempunyai kecepatan lebih besar daripada kereta api menyebabkan kereta api tidak mampu bersaing dan harus berhenti. Kenyamanan yang diberikan oleh bus lebih besar, daripada kereta api pada zaman dulu. Dengan menggunakan bus, penumpang dapat tidur dalam perjalanan, dan sampai di tujuan lebih cepat. Kata Pak Isya, dulu kalau naik kereta api itu lambat lajunya, dan pakaian jadi bolong-bolong ke limbah pembakaran kayu. Hihihiii.

Geometrik lintasan kereta api.
Tanjakan yang tinggi dan kecepatan yang rendah menyebabkan kereta api aceh tidak dapat beroperasi pada musim hujan.

Tidak efisien.
Lebar spur kereta api aceh sekitar 700 mm (wikipedia.org), sedangkan lebar spur kereta api sumatera utara 1067 mm. Maka ketika sampai di Pesitang, Aceh Tamiang, penumpang harus berganti kereta. Hal ini menyebabkan penumpang malas menggunakan kereta api.

Manajemen Internal.
Harga tiket di loket dengan di luar (calo) beda. Lebih murah di luar. Jadi pemasukan untuk perusahan berkurang, sehingga tidak bisa beroperasi.

***

Terlepas dari hal itu, sebenarnya moda transportasi kereta api saat ini sedang direncanakan kembali. Ada Asian Trans Highway seperti monorail, dan trans Sumatera juga sedang direncanakan. Tetapi, industri kereta api memerlukan investasi yang besar pada awalnya, menyebabkan kendala pelaksanaan dalam waktu dekat.

Di mata kuliah ini, kurikulum menuntut pembahasan tentang rel kereta api pada masa lalu, tetapi perkembangan teknologi di bidang kereta api menuntut kita harus tau tentang kereta api pada masa sekarang.

Penggunaan multimoda sebenarnya sangat berguna untuk perkembangan sistem transportasi. Hal ini dapat membantu meminimalkan kemacetan dan kerusakan jalan raya yang terjadi setiap tahunnya. Pendistribusian barang-barang berat seperti mobil baru dan lainnya dapat menggunakan jalur laut atau kereta api. Sehingga beban yang diterima oleh perkerasan jalan berkurang. Tetapi, intermoda di Kota Banda Aceh belum memungkinkan hal ini dilakukan. Karena intermoda untuk terminal luar kota (bus), terminal angkutan dalam kota, lapangan terbang, dan pelabuhan tidak dihubungkan oleh sutu intermoda yang memungkinkan akses ke semua arah.

Untuk hari ini, sekian dulu ya. Minggu depan, Pak Isya akan menyiapkan bahan yang lebih terarah dan fokus pada jalan rel.

Ditulis Oleh:
Juliana Fisaini
Mahasiswi Teknik Sipil Unsyiah

Saturday, 30 October 2010

Pengertian Entrepreneur

Entrepreneur adalah seseorang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai peluang, memanage sumber daya yang dibutuhkan serta mengambil tindakan yang tepat, guna memastikan sukses secara berkelanjutan

Ada 3 cara memulai bisnis :
Bogol : bisnis meniru orang lain
Bodol : bisnis kita, menggunakan modal orang lain
Botol : bisnis dijalankan oleh orang lain, menggunakan modal dari sendiri


Ciri-ciri jiwa wirausaha :

*Percaya diri
*Berani ambil resiko
*Kreatif dan inovatif
*Punya jiwa kepemimpinan
*Orientasi ke depan
*Memiliki tenaga dalam : keuletan, ketabahan, ketekunan, jujur, tulus, disiplin, sopan, ramah
*Menumbuhkan jiwa wirausaha :
*Niat, komitmen
*Hubungan dan pergaulan. Lingkungan pergaulan yang kondusif
*Kompetensi kewirausahaan
*Inisiatif : melakukan sesuatu sebelum terpaksa melakukannya oleh keadaan
*Suatu kesadaran dan giat



Sumber : Materi Kuliah Ir. Ibnu Abbas, M.SC