This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Rekayasa Lingkungan. Show all posts
Showing posts with label Rekayasa Lingkungan. Show all posts

Friday, 16 March 2012

Sumber dan jenis Limbah Padat

Sumber timbulan sampah :
  1. pemukiman
  2. perdagangan
  3. Industri
  4. Institusi (kantor, sekolah)
  5. Rumah sakit
  6. pertanian, perternakan, perkebunan
  7. tempat umum(tempat rekreasi, jalan, taman)
  8. lap. udara, pelabuhan laut
  9. water and waste water treatment plant
Jenis2 sampah :
  1. Garbagge (sampah basah) >> sampah dari bahan organik, yang dapat membusuk dalam keadaan basah, pada suhu 20-30 dejat C.
  2. Rubbish ( sampah kering) >> samaph dari bahan organik maupun anorganik. sulit membusuk. contoh : sampah logam (kaleng, seng). sampah non-logam (kertas, plastik, kaca)
  3. Dash n Ash (debu dan abu) >> dari bahan organik dan anorganik, mudah berterbangan. >>abu : hasil pembakaran proses kimia >>debu : hasil proses mekanis
  4. Demolition and contraction wastes >> sampah sisa bangunan, seperti puing2 genteng, tembaok, dll.
  5. Bulky wastes >> sampah barang2 bekas, seprti TV, lemari es.
  6. Hazardous Wastes >> sampah berbahaya (B3) >>patogen : RS, lab klinis.>>beracun : kertas pembungkus pestisida>>mdh meledak : mesiu >>radio-aktiv : sampah nuklir
  7. water and waste water treatment plant >> sampah hasil pengolahan air bersih maupun air kotor, berupa gas atau lumpur.
Faktor2 yang mempengaruhi macam, jenis, dan besarnya timbulan sampah :
  1. jenis bangunan yang ada
  2. tingkat aktivitas
  3. iklimmusimletak geografis
  4. letak topografi
  5. jumlah penduduk
  6. periode sosial ekonomi
  7. tingkat teknologi
Dengan mengetahui jenis, macam serta besarnya timbulan maka akan memudahkan pengelolaan samaph secara komunal, terutama di kota besar.

Pengelolaan Limbah Padat Domestik

 Ayo kelola limbah!!!
  • Penanganan limbah padat sangat penting, karena akan mempengaruhi kesehatan dan kelestarian lingkungan.
  • Semakin hari, semakin meningkatnya jumalah penduduk, maka semakin meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan. sedangkan lahan yang tersedia tetap. Bahkan berkurang karena dibangunnya perumahan dan fasilitas umum lainnya.
  • Timbulan sampah membuat lingkungan tidak baik secara kesehatan dan secara etika. secara kesehatan timbunan sampah menyebabkan penyakit, secara etika tidak enak dipandang dan menimbulkan bau.
  • Salah satu cara menangani masalah sampah domestik yaitu dengan menjadikan sampah sebagai kompos.

Thursday, 15 March 2012

Karakteristik Air Limbah

  • sumber, jenis, dan macam air limbah
Secara umum berdasarkan penghasil / penyebab air limbah dikemlompokkan menjadi :

  1. Air limbah domestik, berasal dari kegiatan penghunian misalnya rumah tinggal, hotel, sekolah, dan fasilitas umum lainnya. Air limbah domestik dikelompokkan menjadi : air buangan km, air buangan wc, dan air buangan dapur dan cucian.
  2. Air limbah industri, air yang berasal dari limbah industri seperti pabrik logam, tekstil, kulit, pangan , dll.
  3. Air Limbah limpasan dan rembesan air hujan, air yang melimpas di pemukaan tanah dan meresap ke dalam tanah akibat terjadi hujan.
  • Kuantitas
Banyaknya air limbah yang dibuang dipengaruhi oleh :

  1. jumlah air bersih yang dibutuhkan per kapita, yang menjadi limbah sebanyak 60-70 % dari air yang dibutuhkan.
  2. keadaan masyarakat dan lingkungan yang menghasilkan limbah. Misalnya dikota lebih banyak limbah daripada di perdesaan, daerah yang mengalami kekeringan akan sedikaiy limbahnya, dan pola hidup masyarakat akan mempengaruhi cara pembuangan limbah.
  3. keserempakan pembuangan air limbah berbeda setiap harinya.
  • Kualitas
Kualitas limbah dapat ditinjau dari beberapa karakteristiknya, anatara lain :

  1. sifat fisik =====>> bahan padat, warna, bau, dan suhu.
  2. sifat kimia ====>> organik (minyak, lemak protein), non organik (sulfat, klorida, nitrogen, dll), gas-gas(o2, co2, hidrogen sulfida)
  3. sifat biologis ====>> terdapat berbagai mikroorganisme dalam limbah, baik tumbuhan, hewan, maupun protista.
  • Dekomposisi Air Limbah
Air limbah yang terbuang ke alam, akan diuraikan oleh mikroorganisme secara aerob dan anaerob.

Sumber : Bahan Ajar Dr. Alfiansyah Yuliannur

Tuesday, 13 March 2012

Sistem Penyediaan Air Bersih

Kamis, 4 Maret 2010

Berhubung minggu lalu Pak Alfian ke luar kota, jadi minggu ketiga ini baru pertemuan 2. Dosen kocak ini emang rada-rada sibuk kayaknya. Hari ni lawak li.. Tapi kelas kami ada rencana melakukan kunjungan ke PDAM Lambaro, Aceh Besar. Pinin nenok-nenok cara penyaringan air bersih ee.. Langsung aja ke pokok kuliah kemayen yahhh!!!

Bab 2 – Sistem Penyediaan Air Bersih

Pendahuluan

Dalam buku Rekayasa Lingkungan, dikatakan bahwa masalah air bersih menjadi perhatian negara-negara maju dan berkembang. Hal ini dikarenakan sulitnya kita memperoleh air bersih. Bahkan air yang digunakan oleh PDAM saja ada yang tercemar oleh limbah industri. Makanya, kita tertantang untuk menjaga air, agar penyediaan air bersih secara syarat yang telah ditentukan oleh Menkes dapat tercapai

Pengertian Air Bersih dan Air Minum

Air Bersih.

Menurut Ketentuan Umum Permenkes No. 416/Menkes/PER/IX/1990, air bersih adalah air yang memenuhi persyaratan bagi sistem penyediaan air minum, persyaratan dari segi kualitas air yang meliputi kualitas fisik, kimia, biologis,dan radiologis shingga apabila dikonsumsi tidak menimbulkan efek samping.

Air Minum

Berdasarkan Permenkes No. 416/Menkes/PER/IX/1990, yang memiliki kualitas maksimum yang telah ditentukan.

Persyaratan Dalam Penyediaan Air Bersih

1. Persyaratan kualitatif

Persyaratan kualitatif dilihat berdasarkan persyaratan dari segi kualitas air yang meliputi kualitas fisik, kimia, biologis,dan radiologis.
Syarat fisik : air yang jernih, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Dan sebaiknya kurang dari 250
Syarak kimia : pH nya seimbang .
Syarat biologis : tidak mengandung bakteri penyebab penyakit.
Syarat radiologis : tidak mengandung bahan-bahan radioaktif, seperti alfa, bheta, dst.

2. Persyaratan kuantitatif

Yaitu persediaannya banyak dan mencukupi untuk kebutuhan.

3. Persyaratan kontinuitas

Dapat digunakan terus-menerus dan tidak akan pernah habis, baik secara kualitas maupun kuantitas.


SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH

Sumber/Asal Air Baku Utama
a. Air hujan
b. Air permukaan
c. Air tanah
d. Mata air

Sistem Individual dan Komunal

Sarana penyediaan air bersih secara individual :
a. Sumur
Misalnya Sumur gali, Sumur pompa tangan dangkal dan dalam, dan Sumur Bor.
b. Bak penampungan air hujan

Sarana penyediaan air bersih secara komunal :
a. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
b. Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPAM)
c. Pembangunan Hidran Umum, Kran Umum, dan Terminal Air
d. Perlindungan Mata Air (PAM)

Kebutuhan Air Bersih

Macam Kebutuhan Air Bersih
a. Kebutuhan domestik,
b. Kebutuhan Non Domestik,
• Kebutuhan institusional
• Kebutuhan komersial dan industri
• Kebutuhan fasilitas umum

Pengertian Rekayasa Lingkungan

Bismillah..
Kamis, 18 Februari 2010
Tadi siang, pertama kali ketemu Pak Alfian, hahaha lawak li orangnya.. ngajarnya pun cepat dan yang terpenting gak ngantuk hihihi..Sebenarnya ini mata kuliah semester VI, tapi berhubung banyak yang leting 2008 di kelas, gak kerasa deh.. langsung aja ke pokok bahasan tadi siang lah yaa..

Rekayasa Lingkungan
Rekayasa Lingkungan adalah ilmu teknik sipil yang mempelajari tentang tata cara membangun konstruksi teknik sipil yang dapat mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan kerusakan alam. Contohnya, membangun cerobong asap suatu pabrik pada ketinggian tertentu, membuat saluran.
Seorang sarjana teknik sipil harus mampu mengadakan penyeimbangan. Karena lahan kerja teknik sipil pasti bersinggungan dengan alam, makanya ada istilah bidik asih, yaitu memperkecil atau mereduksi dampak aktivitas manusia pada lingkungan. Sarjana teknik sipil harus mampu memikirkan perencanaan yang tidak merusak lingkungan.

Berikut adalah beberapa hal yang harus dipahami dalam Rekayasa Lingkungan.
Pengertian Lingkungan hidup menurut UU RI No 4 tahun 1982, yaitu kesatuan ruang dengan benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang bersinggungan dengan makhluk hidup lainnya. Permasalahannya bagaimana cara manusia menempatkan diri dalam lingkungan dan bagaimana menjalankan kegiatan agar berkesinambungan dan menjaga kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Berikut macam-macam interaksi yang terjadi antara manusia dengan lingkungan :
• Interaksi timbal balik antara manusia dengan alam
• Interaksi timbal balik antara manusia dengan air
• Interaksi timbal balik antara manusia dengan tanah

Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan
Menurut UU RI No 23 tahun 1992, pengertian kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang menciptakan seorang yang produktif secara sosial ekonomis.
Kesehatan masyarakat adalah ilmu dan kiat untuk mencegah penyakit, memperpanjang harapan hidup, meningkatkan kesejahteraan dan efesiensi masyarakat melalui usaha masyarakat yang terorganisir dan sanitasi lingkungan, mengorganisir pelayanan medis.

Berikut Beberapa Usaha Kesehatan Masyarakat
Menurut konsep WHO ada 6 cara, yaitu :
1. Mengumpulkan informasi dan data kesehatan suatu wilayah
2. Mengupayakan pendidikan kesehatan
3. Mengupayakan kesehatan masyarakat
4. Mengupayakan pemberantasan penyakit menular
5. Mengupayakan kesejahteraan ibu dan anak
6. Mengupayakan pelayanan dan perawatan kesehatan

Menurut UU RI No 23 tahun 1992, Adapaun upaya kesehatan masyarakat dapat diwujudkan dengan 15 cara sebagai berikut :
1. Kesehatan keluarga
2. Perbaikan gizi
3. Pengamanan makanan dan minuman
4. Kesehatan lingkungan
5. Kesehatan kerja
6. Kesehatan jiwa
7. Pemberantasan penyakit
8. Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan
9. Penyuluhan kesehatan masyarakat
10. Pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan
11. Pengamanan zat adiktif
12. Kesehatan sekolah
13. Kesehatan olahraga
14. Pengobatan tradisional
15. Kesehatan mata

Peran sarjana Teknik Sipil dalam upaya kesehatan masyarakat :
1. Program penyediaan air bersih
2. Pengolahan dan pembangunan limbah cair, gas, dan padat
3. Pencegahan kebisingan
4. Pencegahan kecelakaan
5. Pengolahan sanitasi transpotasi
6. Pengelolaan kualitas lingkungan
7. Pencegahan penyebaran penyakit melalui air, udara, makanan dan vektor

Sumber : Modul Rekayasa Lingkungan