This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Friday, 16 March 2012

Pengelolaan Limbah Padat Domestik

 Ayo kelola limbah!!!
  • Penanganan limbah padat sangat penting, karena akan mempengaruhi kesehatan dan kelestarian lingkungan.
  • Semakin hari, semakin meningkatnya jumalah penduduk, maka semakin meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan. sedangkan lahan yang tersedia tetap. Bahkan berkurang karena dibangunnya perumahan dan fasilitas umum lainnya.
  • Timbulan sampah membuat lingkungan tidak baik secara kesehatan dan secara etika. secara kesehatan timbunan sampah menyebabkan penyakit, secara etika tidak enak dipandang dan menimbulkan bau.
  • Salah satu cara menangani masalah sampah domestik yaitu dengan menjadikan sampah sebagai kompos.

Rumus Umum Lengkung Peralihan

(e+f) / (1-ef) = V^2 / g R

Karena nilai ef sangat kecil, maka dapat diabaikan.
Sehingga :

e + f = V^2 / g R

Jika V dinyatakan dalam km/jam, g = 9,81 m/det^2 dan R dalam m, maka :

e + f = V^2 / 127 R

Ketajaman lengkung horizontal => besarnya radius dari lengkung tsb atau besarnya derajat lengkung.

Derajat Lengkung (D^0) : besarnya sudut lengkung yang menghasilkan panjang busur 25 m ( 100 ft).

Semakin besar R smekin kecil D dan semakin tumpul lengkung horizontal rencana.
Semakin kecil R, semakin besar D, dan semakin tajam lengkung horizontal yang direncanakan.

Rumusnya :

D = 25/ ( 2 . 3,14 . R) x 360 derajat

D = 1432,39 / R .................... R dalam m.

Pekerjaan pada Tanah Dasar

Pekerjaan tanah dasar

  • Penggusuran tanah : usaha yang dilakukan untuk mendapatkan suatu permukaan tanah sesuai yang dikehendaki.
  • Claering : pembersihan lapisan tanah dari rerumputan atau pohon-pohon kecil (perdu). menggunakan bulldozer, dumptruck, chainsaw
  • Grubbing : pembersihan permukaan tanah dari pepohonan besar, tanggul-tanggul kayu, ataupun reruntuhan bangunan. menggunakan bulldozer ( clawler traktor yang dilengkapi bulldozer blade), dumptruck
  • Stripping : penggusuran atau pembuangan tanah permukaan dari tanah humus. backhoe, bulldozer
CUT dan FILL
  • Cut (Penggalian)
Menggunakan bulldozer, exavator (menggali), dan dumptruck(pengangkutan hasil galian)
  • Fill ( Penimbunan)
Menebarkan dan meratankan tanah menggunakan grader
Memadatkan tanah menggunakan compactor

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan timbunan (karena akan mempengaruhi tingkat kepadatan yang diperoleh)
  • jenis tanah
  • jenis alat pemadat
  • tebal lapisan yang dipadatkan
  • jumlah lintasn alat pemadat
  • kadar air
Pemadatan dilakukan dengan alat yang sesuai :
  • lempung >>> sheep foot roller (tamping roller)
  • pasir >>> vibrating roller (smooth steel wheel)
Pengujian kepadatan : sand cone test

beban akan dilimpahkan dengan pola kerucut ke :
  • surface
  • base
  • subbase
  • subgrade
Thou = P/A

Pekerjaan lapisan pondasi : lapisan pondasi bawah
Untuk mendukung beban LL (lapisan luar) dan menyebarkannya kelapisan dibawahnya.
Jadi harus tahan terhadap repetisi beban dan air.

Material : stabilisasi (bila tidak masuk spesifikasi), maka sebelum digunakan harus dilakukan pemeriksaan.

Spesifikasi material untuk jalan raya :
  • berat jenis
  • banyak yang pipih (bersudut)
  • kekuatan material
  • kadar air
  • keausan (banyaknya yang hancur saat ada beban)
Bila bergradasi menerus :
  • agregat harus bebas dari kotoran
  • penyebaran agregat sebaiknya menggunaan kendaraan bergerak yang dilengkapi spreader box
  • menghindari segregrasi
  • kadar air
  • tebal padat maksimal yang diizinkan

Jenis-jenis perkerasan

Jenis-jenis perkerasana. perkerasan kaku (rigit pavement)
b. Perkerasan gabungan (composite pavement)
c. Perkerasan lentur (flexible pavement)

a. Perkerasan kaku : perkerasan dengan menggunakan semen sebagai pengikat. Pelat beton dengan atau tanpa tulangan, contohnya slab-slab beton.

b. Perkerasan gabungan : gabungan antara perkerasan kaku dengan perkerasan lentur, biasanya menggunakan aspal, semen, besi, dan baja.
contohnya pada jembatan.

c. Perkerasan lentur : perkerasan yang bahan pengikatnya aspal, dan beban-bebannya disebarkan.

Teori pembebanan pada perkerasan lentur

Beban disebarkan kebawah dalam bentuk kerucut dengan sudut 45-60'

Tytb = P/A

P = konstan

>> Semakin kebawah T yang timbul/terjadi semakin kecil
>> Berdasarkan prinsip ekonomi material yang digunakan semakin kebawah semakin kurang mutunya

Kualitas material
lapisan surface : kualitas material yang paling baik
lapisan base : kualitas material berkurang
lapisan subbase : kualitas material rendah
maka perkerasan dibuat berlapis-lapis / layers system dengan kualitas material semakin berkurang

surface / lapis permukaan
lapisan pondasi atas (LPA)/ base course
lapisan pondasi bawah (LPB)/ subbase course
tanah dasar (sub grade)

Faktor-faktor yang digunakan pada perencanaan perkerasan lentur jalan.

Faktor-faktor yang digunakan pada perencanaan perkerasan lentur jalan.
Secara umum faktor-faktor tersebut adalah :
1. Beban lalu lintas
2. Repetisi beban
3. Keadaan medan/ lokasi(kelandaian, temperatur, air)
4. Kualitas material yang dipakai
5. Umur perencanaan
6. Kualitas tanah dasar

Menurut Bina Marga : Sepeda motor, becak, tidak masuk hitungan beban jalan
Menurut Bina Marga, Jenis Kendaraan dibagi 2 :
1. Kendaraan ringan >> 2 ton < 5 ton
2. Kendaraan berat > 5 ton

Tekanan pada jalan raya lebih besar akibat angin pada ban yang besar.