- Penanganan limbah padat sangat penting, karena akan mempengaruhi kesehatan dan kelestarian lingkungan.
- Semakin hari, semakin meningkatnya jumalah penduduk, maka semakin meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan. sedangkan lahan yang tersedia tetap. Bahkan berkurang karena dibangunnya perumahan dan fasilitas umum lainnya.
- Timbulan sampah membuat lingkungan tidak baik secara kesehatan dan secara etika. secara kesehatan timbunan sampah menyebabkan penyakit, secara etika tidak enak dipandang dan menimbulkan bau.
- Salah satu cara menangani masalah sampah domestik yaitu dengan menjadikan sampah sebagai kompos.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Friday, 16 March 2012
Pengelolaan Limbah Padat Domestik
Rumus Umum Lengkung Peralihan
Karena nilai ef sangat kecil, maka dapat diabaikan.
Sehingga :
e + f = V^2 / g R
Jika V dinyatakan dalam km/jam, g = 9,81 m/det^2 dan R dalam m, maka :
e + f = V^2 / 127 R
Ketajaman lengkung horizontal => besarnya radius dari lengkung tsb atau besarnya derajat lengkung.
Derajat Lengkung (D^0) : besarnya sudut lengkung yang menghasilkan panjang busur 25 m ( 100 ft).
Semakin besar R smekin kecil D dan semakin tumpul lengkung horizontal rencana.
Semakin kecil R, semakin besar D, dan semakin tajam lengkung horizontal yang direncanakan.
Rumusnya :
D = 25/ ( 2 . 3,14 . R) x 360 derajat
D = 1432,39 / R .................... R dalam m.
Pekerjaan pada Tanah Dasar
- Penggusuran tanah : usaha yang dilakukan untuk mendapatkan suatu permukaan tanah sesuai yang dikehendaki.
- Claering : pembersihan lapisan tanah dari rerumputan atau pohon-pohon kecil (perdu). menggunakan bulldozer, dumptruck, chainsaw
- Grubbing : pembersihan permukaan tanah dari pepohonan besar, tanggul-tanggul kayu, ataupun reruntuhan bangunan. menggunakan bulldozer ( clawler traktor yang dilengkapi bulldozer blade), dumptruck
- Stripping : penggusuran atau pembuangan tanah permukaan dari tanah humus. backhoe, bulldozer
- Cut (Penggalian)
- Fill ( Penimbunan)
Memadatkan tanah menggunakan compactor
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan timbunan (karena akan mempengaruhi tingkat kepadatan yang diperoleh)
- jenis tanah
- jenis alat pemadat
- tebal lapisan yang dipadatkan
- jumlah lintasn alat pemadat
- kadar air
- lempung >>> sheep foot roller (tamping roller)
- pasir >>> vibrating roller (smooth steel wheel)
beban akan dilimpahkan dengan pola kerucut ke :
- surface
- base
- subbase
- subgrade
Pekerjaan lapisan pondasi : lapisan pondasi bawah
Untuk mendukung beban LL (lapisan luar) dan menyebarkannya kelapisan dibawahnya.
Jadi harus tahan terhadap repetisi beban dan air.
Material : stabilisasi (bila tidak masuk spesifikasi), maka sebelum digunakan harus dilakukan pemeriksaan.
Spesifikasi material untuk jalan raya :
- berat jenis
- banyak yang pipih (bersudut)
- kekuatan material
- kadar air
- keausan (banyaknya yang hancur saat ada beban)
- agregat harus bebas dari kotoran
- penyebaran agregat sebaiknya menggunaan kendaraan bergerak yang dilengkapi spreader box
- menghindari segregrasi
- kadar air
- tebal padat maksimal yang diizinkan
Jenis-jenis perkerasan
b. Perkerasan gabungan (composite pavement)
c. Perkerasan lentur (flexible pavement)
a. Perkerasan kaku : perkerasan dengan menggunakan semen sebagai pengikat. Pelat beton dengan atau tanpa tulangan, contohnya slab-slab beton.
b. Perkerasan gabungan : gabungan antara perkerasan kaku dengan perkerasan lentur, biasanya menggunakan aspal, semen, besi, dan baja.
contohnya pada jembatan.
c. Perkerasan lentur : perkerasan yang bahan pengikatnya aspal, dan beban-bebannya disebarkan.
Teori pembebanan pada perkerasan lentur
Beban disebarkan kebawah dalam bentuk kerucut dengan sudut 45-60'
Tytb = P/A
P = konstan
>> Semakin kebawah T yang timbul/terjadi semakin kecil
>> Berdasarkan prinsip ekonomi material yang digunakan semakin kebawah semakin kurang mutunya
Kualitas material
lapisan surface : kualitas material yang paling baik
lapisan base : kualitas material berkurang
lapisan subbase : kualitas material rendah
maka perkerasan dibuat berlapis-lapis / layers system dengan kualitas material semakin berkurang
surface / lapis permukaan
lapisan pondasi atas (LPA)/ base course
lapisan pondasi bawah (LPB)/ subbase course
tanah dasar (sub grade)
Faktor-faktor yang digunakan pada perencanaan perkerasan lentur jalan.
Secara umum faktor-faktor tersebut adalah :
1. Beban lalu lintas
2. Repetisi beban
3. Keadaan medan/ lokasi(kelandaian, temperatur, air)
4. Kualitas material yang dipakai
5. Umur perencanaan
6. Kualitas tanah dasar
Menurut Bina Marga : Sepeda motor, becak, tidak masuk hitungan beban jalan
Menurut Bina Marga, Jenis Kendaraan dibagi 2 :
1. Kendaraan ringan >> 2 ton < 5 ton
2. Kendaraan berat > 5 ton
Tekanan pada jalan raya lebih besar akibat angin pada ban yang besar.










